Hari / Tanggal : Minggu / 13 Juli 2008
Pengkotbah : Pdt. Hengky So, STh
Tema Kotbah : Bersama Yesus Kita Pasti Berubah
2 KORINTUS 3:18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Target ataupun sasaran yang utama dari perubahan pada diri setiap kita adalah kita menjadi serupa dengan Yesus.
Dalam pencapaian target atau sasaran itu, setiap kita haruslah mengadakan PERUBAHAN TOTAL dalam kehidupan, yaitu dengan :
A. Berubah di dalam setiap kehidupan
Tingkah laku dan sikap kita, cara berbicara kita yang dapat mencerminkan kehidupan Yesus di dalam kehidupan kita.
B. Intim dengan Tuhan
Hendaknya kita selalu untuk hidup bersekutu dengan Tuhan, dengan cara kita membaca firman dan kebenaranNya, merenungkan dan melakukannya, senantiasa menyiapkan waktu untuk bersaat teduh
C. Mengasihi sesama dan mengasihi diri sendiri
Seperti Tuhan Yesus mengajarkan kepada setiap kita untuk saling mengasihi sesame manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri.
ROMA 12:1-2
12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
MATIUS 22:39
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri
LANGKAH – LANGKAH UNTUK PERUBAHAN TOTAL & PERMANEN
1. MENGALAMI KUASA TUHAN
(The Power Of God)
Untuk hal ini, kita haruslah membuka hati untuk Tuhan, agar kita bisa mendengar suarNya, jamahanNya, dan merasakan mukzizatNya.
· Pertobatan Zakheus [LUKAS 19:1-10] dimana Zakheus adalah seorang pemungut cukai, yang hidupnya jauh dari Tuhan, dan membuka hati untuk menerima Tuhan Yesus.
· Pertobatan Paulus [KISAH PARA RASUL 9:1-9] dimana hidup Paulus yang pada saat itu suka menganiaya murid murid Tuhan Yesus, dan mengalami perjumpaan dengan Tujan Yesus dan hidupnya berubah menjadi seorang pahlawan injil. Dalam hal ini Paulus mengalami perubahan ideologi, dimana tidak mudah bagi seseorang yang tidak percaya menjadi orang percaya kepada Tuhan Yesus.
MENGALAMI KEKUATAN FIRMAN ALLAH
(The Power Of Word)
2 TIMOTIUS 3:16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
· Mengadakan persekutuan dengan Allah dengan membaca firmanNya
· Mnegadakan saat teduh di dalam hiup kita.
Jika kita sudah dapat melaksanaakannya di dalam kehidupan kita, maka kita akan mengalami [terjadi] perubahan di dalam kehidupan kita, yaitu :
A. Mengalami Perubahan TINGKAT PENGETAHUAN (knowledge)
EFESUS 4:20-21
4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
EFESUS 5:8
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
Kita akan mendapatkan pengetahuan seperti mengenai tubuh kita yang adalah bait Allah, mengenai perzinahan dan juga mengenai perceraian.
B. Mengalami Perubahan TINGKAT MELAKUKAN (practicing)
Tidak hanya pengetahuan yang akan kita dapat, akan tetapi kita juga akan melakukan segala apa yang diajarkan.
YAKOBUS 1:22
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri
C. Mengalami Perubahan TINGKAT PENGULANGAN (repetition)
Pada zaman Tuhan Yesus, sudah melakukan pengulangan – pengulangan yang ditanamkan kepada murid-muridnya, dengan tujuan agar pengetahuan yang sudah di terima akan menghasilkan suatu kebiasaan yang baik / benar.
YOHANES
10:7 Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu
10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan
menemukan padang rumput.
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
14:21a Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku
14:23a Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku
D. Mengalami Perubahan TINGKAT KARAKTER (character)
Setelah kita mengalami perubahan pada tingkat pengetahuan , tingkat melakukan atau kita menjadi sebagai pelaku firman, serta kita mengalami pengulangan-pengulangan, kita juga pasti akan mengalami tingkat perubahan di dalam karakter kita.
Nasehat:
1 KORINTUS 15:33
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
MENGALAMI KEKUATAN KUASA KOMUNITAS
(The Power Of Community)
IBRANI 10:24-25
10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan
baik.
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh
beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari
Tuhan yang mendekat
Karena komunitas (lingkungan) adalah faktor yang sangat dominan, maka setiap kita agar mencari atau selalu berada pada komunitas yang baik dan benar.
Dalam komunitas yang baik / benar akan saling memperhatikan, membangun, mendorong (memberikan motivasi yang baik), menasehati, mendoakan dan saling menguatkan.
Senin, 14 Juli 2008
Kotbah 06 Juli 2008
Hari / Tanggal : Minggu / 06 Juli 2008
Pengkotbah : Pdt. Hendi Kasidi
Tema Kotbah : Hidup Yang Berkemangan
[ disadur dari ringkasan kotbah Buletin Ecclesia edisi terbit tanggal 6 Juli 2008 ]
1 KORINTUS 15:57-68
15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan
kita.
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam
pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak
sia-sia.
Kalau kita ingin jadi sebagai umat pemenang, maka hidup kita haruslah penuh akan sukacita, karena Kristus telah memberikan kepada setiap kita kemenagan melalui kematianNya di kayu salib.
Ada 4 hal hidup yang dalam berkemangan, yaitu :
1. SELALU MENGUCAP SYUKUR [ayat 57]
Mengucap syukur bukan saja dalam keadaan baik dan atau dalam keadaan diberkati, akan tetapi juga kita haruslah senantiasa mengucap syukur saat dalam pergumulan atau persoaalan yang kita hadapi.
Dengan ucapan syukur, hidup kita akan lebih semangat karena dibalik setiap persoalan yang kita hadapi, Allah sedang melakukan perkara yang luara biasa (mempunyai rencana bagi setiap kita)
YEREMIA 29:11
29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan
2. BERDIRI TEGUH [ayat 58]
Tuhan tidak mengajarkan kepada setiap kita untuk hidup didalam kemalasan, tetapi kita haruslah memiliki kehidupan yang selalu siap siaga dan berdiri teguh, menghadapi kehidupan ini dengan penuh optimis
AMSAL 6:6-8
6:6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
6:7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,
6:8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
3. JANGAN GOYAH [ayat 58]
Hati yang goyah bisa menghancurkan kita, baik dalam pekerjaan maupun dalam keluarga. Dengarkan suara Tuhan supaya kita kuat, fokus pada suara Tuhan supaya kita bisa mengambil suatu keputusan yang baik dan benar, karena suara Tuhan itu yang benar.
4. GIAT SELALU DALAM PEKERJAAN TUHAN
Tuhan mau agar setiap kita memberikan waktu untuk bersekutu denganNya, melakukan pekerjaanNya serta menggunakan waktu yang ada dengan bijaksana.
Karena dalam pekerjaan Tuhan, jerih payah kita tidaklah sia-sia
Pengkotbah : Pdt. Hendi Kasidi
Tema Kotbah : Hidup Yang Berkemangan
[ disadur dari ringkasan kotbah Buletin Ecclesia edisi terbit tanggal 6 Juli 2008 ]
1 KORINTUS 15:57-68
15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan
kita.
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam
pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak
sia-sia.
Kalau kita ingin jadi sebagai umat pemenang, maka hidup kita haruslah penuh akan sukacita, karena Kristus telah memberikan kepada setiap kita kemenagan melalui kematianNya di kayu salib.
Ada 4 hal hidup yang dalam berkemangan, yaitu :
1. SELALU MENGUCAP SYUKUR [ayat 57]
Mengucap syukur bukan saja dalam keadaan baik dan atau dalam keadaan diberkati, akan tetapi juga kita haruslah senantiasa mengucap syukur saat dalam pergumulan atau persoaalan yang kita hadapi.
Dengan ucapan syukur, hidup kita akan lebih semangat karena dibalik setiap persoalan yang kita hadapi, Allah sedang melakukan perkara yang luara biasa (mempunyai rencana bagi setiap kita)
YEREMIA 29:11
29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan
2. BERDIRI TEGUH [ayat 58]
Tuhan tidak mengajarkan kepada setiap kita untuk hidup didalam kemalasan, tetapi kita haruslah memiliki kehidupan yang selalu siap siaga dan berdiri teguh, menghadapi kehidupan ini dengan penuh optimis
AMSAL 6:6-8
6:6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
6:7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,
6:8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
3. JANGAN GOYAH [ayat 58]
Hati yang goyah bisa menghancurkan kita, baik dalam pekerjaan maupun dalam keluarga. Dengarkan suara Tuhan supaya kita kuat, fokus pada suara Tuhan supaya kita bisa mengambil suatu keputusan yang baik dan benar, karena suara Tuhan itu yang benar.
4. GIAT SELALU DALAM PEKERJAAN TUHAN
Tuhan mau agar setiap kita memberikan waktu untuk bersekutu denganNya, melakukan pekerjaanNya serta menggunakan waktu yang ada dengan bijaksana.
Karena dalam pekerjaan Tuhan, jerih payah kita tidaklah sia-sia
Sabtu, 12 Juli 2008
Warta Ecclesia Tangerang 29 Juni 2008
Hari / Tanggal : Minggu / 29 Juni 2008
Pengkotbah : Disadur dari Warta Ecclesia Tangerang 29/06/2008
Tema Kotbah : SIKAP HATI SEORANG HAMBA
BILANGAN 14:24
Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.
Ayat – ayat pendamping :
KOLOSE 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia
YEREMIA 17:10
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya
I SAMUEL 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Yang terpenting dalam melayani Tuhan , bukanlah apa yang kita kerjakan atau apa yang telah kita capai, namun yang lebih penting adalah bagaimana sikap hati kita. Tuhan lebih menghargai sikap hati kita ketimbang pekerjaan besar, itu sebabnya pelayanan haruslah dimulai dari yang seperti :
Sikap hati yang banyak memikirkan orang lain, ketimbang diri sendiri.
Sebagaimana Kristus telah mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang hamba, demikian kita pelayan Allah harus [dapat] merendahkan diri.
Sikap hati yang berpikir seperti penata layan dan bukan sebagai pemilik
Sebagai pelayan Tuhan, kita adalah orang yang dipercaya untuk mengelola yang telah kita terima dari Tuhan, Karena kita bukanlah pemiliknya, oleh karena itu kita harus dapat mempertanggung jawabkannya.
Sikap hati yang memikirkan pekerjaan sendiri dan bukanlah pekerjaan orang lain.
Pelayan yang benar [sejati] akan selalu memperhatikan dan melakukan tugas dan tanggung jawabnya sendiri dengan baik, tidak iri dan bersaing dengan pelayan-pelayan lainnya.
ROMA 14:4
Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri
Sikap hati yang memikirkan pelayanan sebagai sebuah kesempatan dan bukanlah sebagai suatu kewajiba.n
Pelayan yang benar [sejati] akan mengerti bahwa pelayanan adalah pemanfaatan tertinggi dari kehidupan yang akan memuliakan nama Tuhan.
Sikap hati yang mendasarkan identitas didalam Yesus.
Pelayan yang benar [sejati] akan mendasarkan pelayanannya kepada hubungan dengan Tuhan Yesus, karena Yesuslah yang menjadi identitasnya, Yesus yang ditonjolkan dan dikenal orang melalui pelayananNya.
Pengkotbah : Disadur dari Warta Ecclesia Tangerang 29/06/2008
Tema Kotbah : SIKAP HATI SEORANG HAMBA
BILANGAN 14:24
Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.
Ayat – ayat pendamping :
KOLOSE 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia
YEREMIA 17:10
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya
I SAMUEL 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Yang terpenting dalam melayani Tuhan , bukanlah apa yang kita kerjakan atau apa yang telah kita capai, namun yang lebih penting adalah bagaimana sikap hati kita. Tuhan lebih menghargai sikap hati kita ketimbang pekerjaan besar, itu sebabnya pelayanan haruslah dimulai dari yang seperti :
Sikap hati yang banyak memikirkan orang lain, ketimbang diri sendiri.
Sebagaimana Kristus telah mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang hamba, demikian kita pelayan Allah harus [dapat] merendahkan diri.
Sikap hati yang berpikir seperti penata layan dan bukan sebagai pemilik
Sebagai pelayan Tuhan, kita adalah orang yang dipercaya untuk mengelola yang telah kita terima dari Tuhan, Karena kita bukanlah pemiliknya, oleh karena itu kita harus dapat mempertanggung jawabkannya.
Sikap hati yang memikirkan pekerjaan sendiri dan bukanlah pekerjaan orang lain.
Pelayan yang benar [sejati] akan selalu memperhatikan dan melakukan tugas dan tanggung jawabnya sendiri dengan baik, tidak iri dan bersaing dengan pelayan-pelayan lainnya.
ROMA 14:4
Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri
Sikap hati yang memikirkan pelayanan sebagai sebuah kesempatan dan bukanlah sebagai suatu kewajiba.n
Pelayan yang benar [sejati] akan mengerti bahwa pelayanan adalah pemanfaatan tertinggi dari kehidupan yang akan memuliakan nama Tuhan.
Sikap hati yang mendasarkan identitas didalam Yesus.
Pelayan yang benar [sejati] akan mendasarkan pelayanannya kepada hubungan dengan Tuhan Yesus, karena Yesuslah yang menjadi identitasnya, Yesus yang ditonjolkan dan dikenal orang melalui pelayananNya.
Kotbah 29 Juni 2008
Hari / Tanggal : Minggu / 29 Juni 2008
Pengkotbah : Pdt. Ellya Makarawung
Tema Kotbah : Hidup adalah Pilihan
ULANGAN 30:19-20
30:19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,
30:20 dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.
Kasih Tuhan kepada setiap kita tidak bersyarat, tetapi berkat Tuhan bersyarat.
Keadaan kita saat ini adalah rangkaian dari pilihan hidup kita di masa lalu, dan juga pilihan serta keputusan kita saat ini akan menentukan kehidupna kita di masa mendatang. Seperti firman Tuhan mengatakan “ Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu “
Kita dibentuk sedari awal oleh Tuhan dengan diberi kehidupan bebas, kalau kita kembali pada zaman Adam dan Hawa, dimana mereka berdua diberikan kebebasan untuk memilih, akan tetapi mereka melangar ketetapan yang Tuhan berikan kepada mereka, sehingga mereka jatuh kedalam dosa, dan diusir dari taman eden.
Dalam kehidupan setiap kita umat yang percaya, kita tidak percaya akan takdir dimasa sekarang atau masa akan datang, akan tetapi pilihan dan keputusan kitalah yang akan menentukan kehidupan kita.
Kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk, semua ini akan tergantung dari pilihan dan keputusan yang kita ambil, oleh karena itu, setiap kita hendaknya bijak dalam menentukan arah mana kehidupan kita selanjutnya.
Didalam setiap kita dalam membuat / mengambil pilihan dan keputusan, haruslah kita memperhatikan 2 aspek yng sangat penting, antara lain :
Gunakan STANDAR TUHAN , bukan standar manusia didalam kita mengambil dan atau membuat pilihan dan keputusan.
Standar Tuhan adalah firman dan kebenaranNya.
Contoh : Sadrakh, Mesakh dan Abednego (DANIEL 3:1-30) yang mengikuti segala perintah Tuhan dan tidak mau mengikuti kehendak manusia atau raja Nebukadnezar, agar mereka menyembah patung patung berhala.
KOMUNITAS yang merupakan faktor dominan dan dapat mempengaruhi pilihan dan keputusan setiap kita.
1 KORINTUS 15:33
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Pengkotbah : Pdt. Ellya Makarawung
Tema Kotbah : Hidup adalah Pilihan
ULANGAN 30:19-20
30:19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,
30:20 dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.
Kasih Tuhan kepada setiap kita tidak bersyarat, tetapi berkat Tuhan bersyarat.
Keadaan kita saat ini adalah rangkaian dari pilihan hidup kita di masa lalu, dan juga pilihan serta keputusan kita saat ini akan menentukan kehidupna kita di masa mendatang. Seperti firman Tuhan mengatakan “ Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu “
Kita dibentuk sedari awal oleh Tuhan dengan diberi kehidupan bebas, kalau kita kembali pada zaman Adam dan Hawa, dimana mereka berdua diberikan kebebasan untuk memilih, akan tetapi mereka melangar ketetapan yang Tuhan berikan kepada mereka, sehingga mereka jatuh kedalam dosa, dan diusir dari taman eden.
Dalam kehidupan setiap kita umat yang percaya, kita tidak percaya akan takdir dimasa sekarang atau masa akan datang, akan tetapi pilihan dan keputusan kitalah yang akan menentukan kehidupan kita.
Kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk, semua ini akan tergantung dari pilihan dan keputusan yang kita ambil, oleh karena itu, setiap kita hendaknya bijak dalam menentukan arah mana kehidupan kita selanjutnya.
Didalam setiap kita dalam membuat / mengambil pilihan dan keputusan, haruslah kita memperhatikan 2 aspek yng sangat penting, antara lain :
Gunakan STANDAR TUHAN , bukan standar manusia didalam kita mengambil dan atau membuat pilihan dan keputusan.
Standar Tuhan adalah firman dan kebenaranNya.
Contoh : Sadrakh, Mesakh dan Abednego (DANIEL 3:1-30) yang mengikuti segala perintah Tuhan dan tidak mau mengikuti kehendak manusia atau raja Nebukadnezar, agar mereka menyembah patung patung berhala.
KOMUNITAS yang merupakan faktor dominan dan dapat mempengaruhi pilihan dan keputusan setiap kita.
1 KORINTUS 15:33
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Kotbah 22 Juni 2008
Hari / Tanggal : Minggu / 22 Juni 2008
Pengkotbah : Pdt. MAXXI NESI
Tema Kotbah : Menang dari rasa takut.
2 TAWARIKH 20:1-4, 22
20:1 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.
20:2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi.
20:3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.
20:4 Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.
20:22 Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.
Yosafat adalah orang yang diurapi oleh Tuhan, tetapi juga dapat merasakan takut, dan didalam takutnya (didalam masalah / pergumulan)Yosafat melakukan suatu tindakan, yaitu :
Mengambil Keputusan untuk mencari TUHAN
Setiap kita dalam menghadapi segala permasalahan dan pergumulan, tidaklah mengesampingkan Tuhan dan berpaling mencari pertolongan dari ilah-ilah lain, akan tetapi tetap setia dan terus mencari Tuhan.
MATIUS 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu
IBRANI 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
1 KORINTUS 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-si.
Mengingat petolongan Tuhan kepada kita di masa yang lalu.
Setiap kita hendaknya senantiasa untuk tetap setia di dalam Tuhan, dalam segala permasalahan dan pergumulan yang kita hadapi, kita harus tetap yakin dan percaya, bahwa Tuhan akan memberikan jalan, sama seperti Tuhan telah memberikan jalan keluar di masa lalu kita (pertolongan Tuhan di masa lalu kita).
Menyanyikan lagu puji-pujian kepada Tuhan
Setiap kita senantiasa untuk mengangkat / menyanyikan lagu puji-pujian dengan sepenuh hati untuk Tuhan, dan kita haruslah percaya dan yakin bahwa :
Ada kuasa ditas puji pujian
Allah bersemayam diatas puji-pujian.
`
KISAH PARA RASUL 16:25-26
16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
2 TIMOTIUS 1:7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban
Pengkotbah : Pdt. MAXXI NESI
Tema Kotbah : Menang dari rasa takut.
2 TAWARIKH 20:1-4, 22
20:1 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.
20:2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi.
20:3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.
20:4 Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.
20:22 Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.
Yosafat adalah orang yang diurapi oleh Tuhan, tetapi juga dapat merasakan takut, dan didalam takutnya (didalam masalah / pergumulan)Yosafat melakukan suatu tindakan, yaitu :
Mengambil Keputusan untuk mencari TUHAN
Setiap kita dalam menghadapi segala permasalahan dan pergumulan, tidaklah mengesampingkan Tuhan dan berpaling mencari pertolongan dari ilah-ilah lain, akan tetapi tetap setia dan terus mencari Tuhan.
MATIUS 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu
IBRANI 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
1 KORINTUS 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-si.
Mengingat petolongan Tuhan kepada kita di masa yang lalu.
Setiap kita hendaknya senantiasa untuk tetap setia di dalam Tuhan, dalam segala permasalahan dan pergumulan yang kita hadapi, kita harus tetap yakin dan percaya, bahwa Tuhan akan memberikan jalan, sama seperti Tuhan telah memberikan jalan keluar di masa lalu kita (pertolongan Tuhan di masa lalu kita).
Menyanyikan lagu puji-pujian kepada Tuhan
Setiap kita senantiasa untuk mengangkat / menyanyikan lagu puji-pujian dengan sepenuh hati untuk Tuhan, dan kita haruslah percaya dan yakin bahwa :
Ada kuasa ditas puji pujian
Allah bersemayam diatas puji-pujian.
`
KISAH PARA RASUL 16:25-26
16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
2 TIMOTIUS 1:7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban
Kotbah 15 Juni 2008
Hari / Tanggal : Minggu / 15 Juni 2008
Pengkotbah : Pdt. Agus Mimeri (Sidney)
Tema Kotbah : Berkat di balik masalah
[ diambil dari bulletin Ecclesia edisi 025/VI/22 juni 2008, pada saat ini aku tidak membawa pena]
MAZMUR 90:10
Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
Ada 3 berkat yang berada di balik masalah, yaitu :
Masalah sebagai alat Penggenapan Janji Allah
BILANGAN 14:1-10 dan 13:1
Setelah bangsa Israel melalui banyak penderitaan di padang gurun, akhirnya Tuhan menyatakan penyertaanNya sehingga bangsa Israel masuk ketanah perjanjian itu yang penuh susu dan madu.
Masalah sebagai promosi untuk naik tingkat
1 SAMUEL17:32
Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.
Ketika Daud mengalahkan goliath, Daud menyertakan Tuhan dalam masalah yang dihadapinya, sehingga Tuhan mengangkat Daud dalam mengalahkan masalahnya dan Daud pun mendapat puji-pujian dari bangsa Israel dan Daud dipromosikan Tuhan.
Masalah sebagi pembelajaran dengan mata iman
KEJADIAN 45:5
Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu
Tuhan ijinkan setiap kita melewati masalah sebagai latihan rohani, agar kita menerima janji-janji Tuhan dengan Iman kita.
Contoh :
[KEJADIAN 37-45] Yusuf, Tuhan angkat jadi pemimpin Mesir dengan melewati banyak penderitaan.
Daud hanya sebagai gembala domba ayahnya Tuhan sertai hidupnya melewati banyak penderitaan sampai Tuhan jadikan sebagai seorang raja yang besar
Pengkotbah : Pdt. Agus Mimeri (Sidney)
Tema Kotbah : Berkat di balik masalah
[ diambil dari bulletin Ecclesia edisi 025/VI/22 juni 2008, pada saat ini aku tidak membawa pena]
MAZMUR 90:10
Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
Ada 3 berkat yang berada di balik masalah, yaitu :
Masalah sebagai alat Penggenapan Janji Allah
BILANGAN 14:1-10 dan 13:1
Setelah bangsa Israel melalui banyak penderitaan di padang gurun, akhirnya Tuhan menyatakan penyertaanNya sehingga bangsa Israel masuk ketanah perjanjian itu yang penuh susu dan madu.
Masalah sebagai promosi untuk naik tingkat
1 SAMUEL17:32
Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.
Ketika Daud mengalahkan goliath, Daud menyertakan Tuhan dalam masalah yang dihadapinya, sehingga Tuhan mengangkat Daud dalam mengalahkan masalahnya dan Daud pun mendapat puji-pujian dari bangsa Israel dan Daud dipromosikan Tuhan.
Masalah sebagi pembelajaran dengan mata iman
KEJADIAN 45:5
Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu
Tuhan ijinkan setiap kita melewati masalah sebagai latihan rohani, agar kita menerima janji-janji Tuhan dengan Iman kita.
Contoh :
[KEJADIAN 37-45] Yusuf, Tuhan angkat jadi pemimpin Mesir dengan melewati banyak penderitaan.
Daud hanya sebagai gembala domba ayahnya Tuhan sertai hidupnya melewati banyak penderitaan sampai Tuhan jadikan sebagai seorang raja yang besar
Kotbah 08 Juni 2008
Hari / Tanggal : Minggu / 08 Juni 2008
Pengkotbah : Ev. Raya Ginting
Tema Kotbah : Bikin Hidup Lebih Hidup
YOHANES 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Kasih Tuhan tidak bersyarat di dalam hidup setiap manusia, akan tetapi BERKAT Tuhan bersyarat bagi setiap kita, antara lain :
HIDUP BENAR
Karena KEBENARAN yang memerdekan hidup kita.
Ciri-ciri yang tidak hidup dalam kebenaran :
Hidup Tanpa Tujuan
Hidup Dalam Kerugian
Hidup yang selalu melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.
Ciri-ciri yang hidup dalam kebenaran :
· Hidup berdasarkan Firman Tuhan
MATIUS 4:4
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
· Menjadi Penyembah Tuhan
· Hidup dalam kekudusan
Kekudusan kita sebagai anak-anak Allah haruslah kekudusan yang berasal dari dalam ke luar, yang berarti
kehidupan kita yang memancarkan Takut Akan Tuhan.
HIDUP YANG BERFUNGSI
Setiap kita diberikan kebebasan hidup oleh Tuhan untuk memilih yang baik atau tidak baik, yang berkenan atau tidak berkenan dihadapan Tuhan.
ROMA 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Setiap Kita haruslah mengetahui peran kita :
a. Suami-suami kasihilah istrimu
KOLOSE 3:19
Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
b. Istri-istri tunduklah terhadap suamimu
EFESUS 5:22-23
5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh
c. Anak-anak hormatilah kedua orang tuamu
MATIUS 15:4
Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
HIDUP YANG MEMILIKI KESUKSESAN
Kesuksesan yang dimaksud bukanlah pada saat kita memiliki segalanya dan menjadi terkenal, akan tetapi mengerti kehendak Tuhan atas hidup kita, agar kita dapat menjadi serupa dengan kristus.
ROMA 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
HIDUP YANG MEMBERI ARTI
Yang dimaksud adalah hidup kita yang perduli terhadap sesama, yang tidak mementingkan diri kita sendiri (tidak egois), yang tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya, serta hidup yang menjadi berkat bagi orang lain atau orang banyak.
Pengkotbah : Ev. Raya Ginting
Tema Kotbah : Bikin Hidup Lebih Hidup
YOHANES 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Kasih Tuhan tidak bersyarat di dalam hidup setiap manusia, akan tetapi BERKAT Tuhan bersyarat bagi setiap kita, antara lain :
HIDUP BENAR
Karena KEBENARAN yang memerdekan hidup kita.
Ciri-ciri yang tidak hidup dalam kebenaran :
Hidup Tanpa Tujuan
Hidup Dalam Kerugian
Hidup yang selalu melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.
Ciri-ciri yang hidup dalam kebenaran :
· Hidup berdasarkan Firman Tuhan
MATIUS 4:4
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
· Menjadi Penyembah Tuhan
· Hidup dalam kekudusan
Kekudusan kita sebagai anak-anak Allah haruslah kekudusan yang berasal dari dalam ke luar, yang berarti
kehidupan kita yang memancarkan Takut Akan Tuhan.
HIDUP YANG BERFUNGSI
Setiap kita diberikan kebebasan hidup oleh Tuhan untuk memilih yang baik atau tidak baik, yang berkenan atau tidak berkenan dihadapan Tuhan.
ROMA 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Setiap Kita haruslah mengetahui peran kita :
a. Suami-suami kasihilah istrimu
KOLOSE 3:19
Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
b. Istri-istri tunduklah terhadap suamimu
EFESUS 5:22-23
5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh
c. Anak-anak hormatilah kedua orang tuamu
MATIUS 15:4
Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
HIDUP YANG MEMILIKI KESUKSESAN
Kesuksesan yang dimaksud bukanlah pada saat kita memiliki segalanya dan menjadi terkenal, akan tetapi mengerti kehendak Tuhan atas hidup kita, agar kita dapat menjadi serupa dengan kristus.
ROMA 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
HIDUP YANG MEMBERI ARTI
Yang dimaksud adalah hidup kita yang perduli terhadap sesama, yang tidak mementingkan diri kita sendiri (tidak egois), yang tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya, serta hidup yang menjadi berkat bagi orang lain atau orang banyak.
Langganan:
Postingan (Atom)
