Sabtu, 12 Juli 2008

Warta Ecclesia Tangerang 29 Juni 2008

Hari / Tanggal : Minggu / 29 Juni 2008
Pengkotbah : Disadur dari Warta Ecclesia Tangerang 29/06/2008
Tema Kotbah : SIKAP HATI SEORANG HAMBA





BILANGAN 14:24
Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.


Ayat – ayat pendamping :

KOLOSE 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

YEREMIA 17:10
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya


I SAMUEL 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."


Yang terpenting dalam melayani Tuhan , bukanlah apa yang kita kerjakan atau apa yang telah kita capai, namun yang lebih penting adalah bagaimana sikap hati kita. Tuhan lebih menghargai sikap hati kita ketimbang pekerjaan besar, itu sebabnya pelayanan haruslah dimulai dari yang seperti :

Sikap hati yang banyak memikirkan orang lain, ketimbang diri sendiri.
Sebagaimana Kristus telah mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang hamba, demikian kita pelayan Allah harus [dapat] merendahkan diri.



Sikap hati yang berpikir seperti penata layan dan bukan sebagai pemilik
Sebagai pelayan Tuhan, kita adalah orang yang dipercaya untuk mengelola yang telah kita terima dari Tuhan, Karena kita bukanlah pemiliknya, oleh karena itu kita harus dapat mempertanggung jawabkannya.



Sikap hati yang memikirkan pekerjaan sendiri dan bukanlah pekerjaan orang lain.
Pelayan yang benar [sejati] akan selalu memperhatikan dan melakukan tugas dan tanggung jawabnya sendiri dengan baik, tidak iri dan bersaing dengan pelayan-pelayan lainnya.


ROMA 14:4
Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri

Sikap hati yang memikirkan pelayanan sebagai sebuah kesempatan dan bukanlah sebagai suatu kewajiba.n
Pelayan yang benar [sejati] akan mengerti bahwa pelayanan adalah pemanfaatan tertinggi dari kehidupan yang akan memuliakan nama Tuhan.


Sikap hati yang mendasarkan identitas didalam Yesus.
Pelayan yang benar [sejati] akan mendasarkan pelayanannya kepada hubungan dengan Tuhan Yesus, karena Yesuslah yang menjadi identitasnya, Yesus yang ditonjolkan dan dikenal orang melalui pelayananNya
.

Tidak ada komentar: